GARUT, koran-samudra.com – Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC)Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia ( APDESI) Kabupaten Garut.H Oban Sobana ( Kades Sukalaksana Kec Samarang-red) menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bapak Bupati yang pada hari ini yang bertepatan dengan upacara hari jadi Garut ke 210.telah menyalurkan bantuannya kendaraan roda dua terhadap desa-desa di Kabupaten Garut

Dan bisa lebih meningkatkan kinerjanya di dalam melaksanakan pemerintahan dan kepada pembangunan di desanya,ucapnya setelah mengikuti upacara Hari Jadi Garut ke 210 yang di laksanakan di lapang Otista (Alun-Alun) Garut, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Kamis (16/2/2023),

Lanjut Oban ada harapan juga dari semua kepala desa termasuk termasuk APDESI mudah-mudahan di tahun berikutnya Bupati bisa memberikan tunjangan kepada kepala desa di semua desa-desa yang ada di Kabupaten Garut

“‘kita tidak penting berapa besarnya yang jelas ada sisi kebaikan lagi dari Pa Bupati Garut terhadap desa-desa dan Terima kasih saya ucapkan kerja di Garut yang ke-210 Kabupaten Garut kini telah menginjak usia yang ke-210 tahun. Di momen Hari Jadi Garut (HJG) ini,

Dalam Upacara Peringatan HJG ke-210 ini, Bupati Garut, Rudy Gunawan bertindak sebagai Inspektur Upacara, dengan Komandan Upacara yakni Camat Selaawi, Fahmi Fauzi. Upacara ini turut dihadiri oleh Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Garut, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Garut, Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) beserta perwakilannya, dan beberapa tamu undangan lainnya.

Bupati Garut mengungkapkan, momentum HJG ke-210 ini lebih mengedepankan terhadap kegembiraan, prestasi, dan empati terhadap masyarakat. Rudy mengakui bahwa Kabupaten Garut saat ini masih memiliki persoalan terkait kemiskinan, permasalahan ekonomi, dan sebagainya. Maka dari itu, imbuhnya, ia mengajak seluruh pihak untuk bekerja sama dan bergotong royong khususnya dalam momentum HJG di tahun ini.

Ia juga menerangkan, bahwa tema yang diusung dalam HJG ke-210 ini yaitu “Purnamakarya Rucita Wibawa” membuktikan bahwa semua masyarakat Garut mampu menyelesaikan masalah-masalah yang fundamental, salah satunya permasalahan pasca pandemi Covid-19 yang memberikan dampak luar biasa bagi Kabupaten Garut.

“Kita sebenarnya sudah mampu menurunkan angka kemiskinan di 8,8% 2019, tapi anjlok selama 2 tahun menjadi 10.8, dan sekarang kita turun menjadi 10,4, tapi insya Allah tahun depan kita kan ada lonjakan terbesar lah ya bisa ke angka 9%, di 2024 kita akan kembali ke 8% harusnya 6% 2024 itu,” ucapnya optimis.

Dalam kurun waktu 10 tahun, tambah bupati, dirinya menjabat sebagai Bupati Garut bersama Wakil Bupati Garut, dr. Helmi Budiman, telah memperbaiki kurang lebih 25.338 unit rumah tidak layak huni (rutilahu). Selain itu, ia juga mengungkapkan bahwa pihaknya akan menyelesaikan aset-aset korban banjir di tahun 2016.

“Nah diakhir masa jabatan ini, ayo kita karena kita akan memilih lagi pemimpin, baik DPRD maupun itu ya, apa yang lakukan dengan dr. Helmi ini merupakan bagian sejarah panjang Kabupaten Garut, tapi kami tidak akan pernah menyatakan bahwa kami berhasil, tetapi kita masih menyisakan persoalan di antaranya adalah kemiskinan, kemiskinan lah terutama,” lanjutnya.

Diakhir sambutannya, bupati mengungkapkan, menjelang akhir masa jabatan ini, dirinya bersama dr. Helmi Budiman bersama seluruh jajaran pemerintah daerah, akan tetap terus berupaya melakukan yang terbaik bagi kepentingan masyarakat.

“Tiada kesempurnaan yang kami miliki, tapi kami senantiasa berupaya melakukan yang terbaik dalam mengemban dan menjalankan amanah hingga akhir masa tugas,” ucapnya.

Dalam kesempatan ini juga, Bupati Garut menyerahkan kendaraan operasional sebanyak 442 unit sepeda motor kepada 421 desa dan 21 kelurahan yang ada di Kabupaten Garut, dalam rangka meningkatkan kinerja dan mobilitas yang ada di desa maupun di kelurahan.

“Sepeda motor itu, itu adalah peningkatan kinerja, sebagai bentuk kami terima kasih karena desa ini entitas yang harus kita perhatikan, meskipun desa ada yang mau beli mobil, beli apa ya desanya kan, tapi kalau kepala desa itu memerlukan juga motor, bukan saja oleh kepala desa, itu motor inventaris milik (pemerintahan) desa, bisa kemana-mana, kan (bisa masuk) ke gang ke perapatan,” tandasnya.

wahyu