Buku Hendi Jo
Buku Hendi Jo
A d v e r t i s i n g

Bandung, koran-samudra.com – Dalam peristiwa sejarah, selalu ada orang yang muncul dipermukaan baik sebagai itu tokoh, perancang, atau inspirator yang kemudian akan dikenal sebagai sosok pahlawan. Pola situasi seperti ini terus berputar pada setiap peristiwa sejarah sampai waktu masih berputar.

Namun seorang jurnalis sejarah, Hendi Jo memiliki perspektif lain soal mereka yang disebut sebagai pahlawan. Bahwa pahlawan tidak selamanya pasti tersebut dan terkenang baik tentang nama atau jasa-jasanya. Ia menyebut bahwa pahlawan dalam diam yang nama-nama mereka tidak pernah tercatat dalam sejarah sebetulnya ada.

“Nyaris tak ada yang menyadari, jika para pahlawan sesungguhnya ada dalam diam & nama mereka kebanyakan tak pernah tercatat dalam sejarah. Mereka lahir ke dunia seolah memang ditakdirkan untuk berjuang lalu dilupakan,” dikutip dari laman belakang buku Orang-orang di Garis Depan.

Pada buku Orang-orang di Garis Depan, Hendi Jo menulis tentang kisah-kisah dari orang-orang yang terlupakan tersebut, yaitu orang-orang yang berjuang mati-matian di garis terdepan pertarungan tanpa terpikirkan namanya akan diabadikan dalam sebuah monumen.

“Perang Kemerdekaan di Indonesia (1945-1949) tentu saja menghadirkan pula orang-orang yang sejenis itu. Dulu, merekalah yang berdiri paling depan dan bertarung tanpa merasa perlu namanya dielu-elukan khalayak. Karena perang, sebagian besar dari mereka bahkan harus hilang tak berbekas. Sebagian lagi berbekas, namun tetap harus meneruskan pertarungannya. Walau kali ini melawan hidupnya masing-masing,” dikutip dari dari buku Orang-orang di Garis Depan.

𝗕𝗶𝗻𝗰𝗮𝗻𝗴 𝗕𝘂𝗸𝘂 𝙊𝙍𝘼𝙉𝙂-𝙊𝙍𝘼𝙉𝙂 𝘿𝙄 𝙂𝘼𝙍𝙄𝙎 𝘿𝙀𝙋𝘼𝙉
Bincang Buku Orang-orang di Garis Depan. Sumber: Instagram Hendi Jo

Pembahasan terkait buku tersebut akan dikupas tuntas oleh Hendi Jo bersama Ully Purwasatria , seorang alumnus pendidikan sejarah Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Diskusi tersebut akan dilaksanakan di Anatomi Coffee, Sabtu, 13 Agustus 2022 , pada pukul 15.30 – 18.00 WIB.

Acara bincang buku tersebut dilaksanakan secara gratis dan para peserta berkesempatan untuk membeli buku yang akan didiskusikan pada Sabtu sore nanti. ***