Mengupas Dinamika Tantangan Industri F&B Pasca Pandemi

Bandung, koran samudra – Pandemi COVID-19 yang tak henti mewabah menimbulkan tantangan bagi industri food and beverage (F&B) termasuk didalamnya pegiat usaha kafe dan restoran. Dampak pemberlakuan PSBB di Jakarta pada awal September 2020 telah membatasi kafe dan retoran dalam melakukan aktivitas bisnisnya. 

Salah satu aktivitas yang tak dibatasi adalah pemberlakuan takeaways saja. Fakta dari Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) mengungkap takeaways hanya berkontribusi 10% dari penjualan normal restoran. Hal ini berdampak pada banyaknya pegiat F&B harus gulung tikar karena terbatasnya permintaan.

Untuk menjawab tantangan ini, MarkPlus, Inc. menyelenggarakan Marketeers Goes to Mall Episode 3, Meet The Tenants: Cafe & Restaurant. 

Webinar yang diadakan secara virtual ini menghadirkan Steven Johnsons Tjan, Director of PT Sushi Tei Surabaya dengan pembicara Hermawan Kartajaya, Founder dan Chairman MarkPlus, Inc. serta Hubert Martony, Founder Zenbu House of Mozaru.

“Shopping Mall sebentar lagi bukan lagi tempat orang untuk berbelanja, tetapi itu akan menjadi tempat untuk orang-orang untuk bersosialisasi namanya Social Mall.”, ujar Hermawan sebagai pembuka acara Marketeers Goes to Mall yang diadakan secara virtual, Kamis, (29/072021)

Hadir sebagai pembicara, Hubert Martony menegaskan pentingnya menerapkan strategi yang Transformatif untuk para peserta agar tetap bertahan di tengah kegelisahan pandemi “Menurut saya Mall dan Tenant harus bekerja sama karena keduanya saling melengkapi”, ungkap Hubert.

Sepakat dengan pernyataan Hubert, Hermawan menegaskan pentingnya consumer behavior di masa sekarang ini, karena pada saat ini banyak anak milenial yang berani untuk pergi ke Mall.

Untuk memastikan kelangsungan bisnis F&B di masa ini, perusahaan harus mampu beradaptasi dengan tetap menjaga sanitasi serta keamanan pangan di seluruh rantai pasokan dari awal proses produksi hingga pengiriman ke pelanggan. Kepentingan ini mendukung pentingnya upaya kolaborasi antara seluruh pihak yang terkait dalam rantai nilai tersebut.

Pelaku usaha juga dinilai harus mampu dengan dinamis mengembangkan customer relationship dan customer confidence agar dalam jangka panjang, ini akan memungkinkan mereka untuk mengembangkan penawaran produk yang tepat. Steven juga menjelaskan lebih lanjut “Dengan berinovasi kita bisa mendapatkan income untuk menjalankan perusahaan yang lebih baik”.

Menutup diskusi hari ini, Hubert menyatakan pihaknya akan tetap berupaya menciptakan inovasi menu-menu baru dan akan di uji coba sebelum di launch, tutupnya.***amd