Sumedang, koran-samudra.com – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, meninjau proyek pembangunan menara kujang sepasang di kawasan pariwisata Desa Jema Panenjoan Waduk Jatigede, kabupaten Sumedang. Pembangunan ini masuk dalam tahap ke 3 (tiga) dalam pekerjaan finishing dengan anggaran yang dibilang besar ini. (Jum’at 07-07-2023).

Dari pantauan media koran-samudra .com rombongan gubernur melintasi jembatan yang menghubungkan Mesidi Al-Kamil dengan menara kujang sepasang.

” Kami yang memantau dan menanti pak Ridwan Kamil Gubernur Jawa Barat dan rombongan turun kebawah, yang katanya menurut informasi dari masyarakat yang berada di area pembangunan menara kujang sepasang, dalam waktu dekat ini akan dibuka, atau di launching oleh Gubernur Jawa-Barat Bp H.Ridwan Kamil,” ungkapnya.

Menurut warga masyarakat desa jema berinisial ibu (DH),yang membuka warung di area proyek pembangunan menara kembar sepasang, bahwa, ” dalam waktu dekat ini akan ada peresmian atau launching oleh Gubernur Jawa Barat Bpk H. Ridwan Kamil,”ucapnya.

Mengutip dari pemberitaan terdahulu, oleh media lain, dengan judul,” Pembangunan menara kujang sepasang dikritik, warga sumedang: Jangan Ganggu Kami!!!.”

Sumedang bereaksi keras menanggapi kritik DPD Jabar terhadap pembangunan menara kujang sapasang sebagai landmark pariwisata di kawasan Panenjoan, Kecamatan Jatigede, Kabupaten Sumedang. Mereka melontarkan pernyataan, “Jangan ganggu kami!”.

“Sumedang sudah memberikan persembahan terbaik bagi Jawa Barat. Manfaat Jatigede, baik penggunaan air baku maupun energi tenaga listrik untuk warga Jawa Barat. Biarlah kami mendapatkan manfaat dari pariwisata melalui pembangunan menara Kujang Sapasang. Jangan ganggu kami!,” kata Ketua Dewan Kebudayaan Sumedang (DKS) Tatang Sobana di Sumedang, Minggu (30/5/2021).

Reaksi keras itu disampaikan warga sumedang menyusul kritikan tajam yang dilayangkan DPRD Jabar yang menilai menara kujang sapasang tidak tepat dibangun di tengah situasi pandemi Covid-19.

Tatang mengatakan, kujang adalah simbol luhur budaya Sunda. Sumedang adalah puseur atau pusat budaya Sunda. Karenanya, jajaran DKS sangat mendukung rencana pembangunan Menara Kujang Sapasang.***