Subang, koran-samudra.com – Pembangunan Gedung Kantor Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia Kab. Subang yang berada di Tanah milik Dinas Pemerintahan Desa (Pemdes) Kabupaten Subang yang dilaksanakan pada tahun 2020, hingga kini belum juga selesai.

Belum selesainya pembangunan milik Semua Kepala Desa yang Ada di Kabupaten Subang mnurut Ketua DPC Asosiasi Pemerintahan Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Subang, H Lili Rusnali, Saat dikonfirmasi koransamudera.com

Dia mengungkap, dana pembangunan kantor Apdesi ini berasal dari iuran para kades selaku anggota Apdesi. Besar iurannya Rp2 juta per Kepala Desa.

Tidak ada Campur tangan Pemda Subang dan tidak ada dari APBD, itu murni iuran para Kepala Desa, ditetapkan nilainya dlm musyawarah namun kenyataannya sampai berita ini diturunkan Bangunan sdh berbentuk namun tak kunjung selesai 100% menurut informasi yg di himpun ada beberapa Kades yang belum memberi.

Betul menurut Bendahara DPC Apdesi Subang, Saepudin, pembangunan kantor Apdesi didanai oleh uang patungan (iuran) dari para kades. di benarkan olehnya, “Nilainya Rp2 juta per kades. Namun, dari nilai tersebut, yang dialokasikan untuk pembangunan sebesar Rp1 juta. Nilai sebesar itupun, sambung dia, tidak seluruhnya full dibayarkan oleh para kades akibat terkendala pandemi covid-19.

Ada beberapa Kepala Desa ysng belum full iurannya, ada yang baru Rp1 juta, ada yang Rp500 ribu, bahkan ada juga yang Rp200 ribu, kami paham dan mengerti situasi lagi banyak bencana dimana2 blum Pandemi Corona Covid 19 ungkap pria yang juga menjabat sebagai Kepala Desa Kosambi ini saat ini
Informasi dari total 243 kades se-Subang, yang sudah menjalankan iuran pembangunan kantor Apdesi baru 60%-an atau sekitar 140-an kades. Dan dari 140-an kades tersebut, yang iurannya full Rp2 juta cuma 40 persenan.

Kepala Desa Yang lainnya iurannya ber variatip. Malah hampir 50% dari seluruh kepala Desa lainnya samasekali belum memberija Iuran,”

Dia juga menyebut, tidak ada bantuan dari APBD untuk pembangunan kantor itu.

“Dan memang enggak bisa dari APBD, karena organisasi Apdesi Subang ini strukturalnya dilantik oleh pengurus provinsi, bukan oleh bupati,” paparnya.

Hingga kini, menurut dia, pembangunan kantor Apdesi sudah menelan anggaran sekitar Rp200 jutaan kurang lebih, yang bersumber dari iuran patungan para kades. Untuk bisa menuntaskan pembangunan kantor hingga tuntas, butuh anggaran sekitar Rp300 jutaan lagi.

“Perlu Rp300 jutaan lagi sampai pembangunan beres, termasuk pembuatan taman, jalan, dan lainnya,” paparnya.

Untuk mensiasati kekuarangan dana pembangunan, pihak Apdesi saat ini tengah mengandalkan bantuan CSR dari bank bjb.

“Semoga kita dapat bantuan dari CSR bjb, kita sedang mengusulkan, mudah-mudahan segera dikabulkan,” pungkasnya.
**Dms Biro Subang**