Bandung,koran-samudra.com – Mengutip dari Wikipedia produktivitas, daya produksi, atau keproduktifan merupakan istilah dalam kegiatan produksi sebagai perbandingan antara luaran dengan masukan. Menurut Herjanto, produktivitas merupakan suatu ukuran yang menyatakan bagaimana baiknya sumber daya diatur dan dimanfaatkan untuk mencapai hasil yang optimal. Jika hasil yang kita capai sudah optimal tentunya hal tersebut akan membuat kita lebih senang karena usaha yang telah kita keluarkan telah terbayar dengan setimpal bahkan lebih. (26/02/2021).

Bagi pelajar atau mahasiswa tentu produktivitas merupakan suatu hal yang melekat dalam dirinya karena metode pembelajaran yang didapat, selain itu biasanya mereka juga mendapatkan tugas untuk dibawa pulang kerumah dan dikerjakan di rumah. Namun banyak orang yang salah mengartikan tentang produktif atau produktivitas ini, sebagian besar beranggapan bahwa seseorang dikatakan produktif apabila sedang memiliki banyak kegiatan atau tergabung ke dalam banyak organisasi sekaligus.

Pola pikir seperti itu cenderung dialami oleh orang-orang yang ingin menghindari persoalan ketika tugas satu menghambat tugas lain atau ketika berada di suatu organisasi menghambat organisasi lainnya, awalnya akan timbul pembelaan di dalam diri karena merasa sedang memiliki banyak kegiatan dan menganggap dirinya sangat produktif sehingga muncul pembelaan tadi yang meng-iya kan jika salah satu kewajibannya di organisasi lain tidak dipenuhi maka hal tersebut adalah suatu kewajaran karena dirinya merasa sudah melakukan yang terbaik di organisasi lain dan menganggap teman-temannya di organisasi lain tersebut akan memahami dirinya yang super “produktif” itu.

Hal tersebut juga pernah dialami oleh Syifa Aulia Dewi (20) yang saat ini merupakan seorang mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Jurusan Pendidikan Kimia. Pada awal kuliah Syifa mengaku telah mengikuti banyak kegiatan kampus seperti Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Webinar, volunteer dan juga kepanitiaan lainnya. Namun seiring berjalannya waktu Syifa merasa sering ada bentrok antara deadline kuliah dan kegiatannya itu. Dia merasa bersalah dan tidak bertanggung jawab apabila ada kegiatan seperti di BEM dan lain sebagainya namun tidak bisa mengikuti dengan optimal karena di sisi lain harus menyelesaikan tugas dengan deadline yang sudah mepet tersebut.

“Kalau untuk sekarang agak susah buat nge baginya karena tadi itu, cuma sejam istirahatnya disusul sama tugas-tugas yang banyak dan bukan tugas ringan yang cuman dua jam beres gitu makanya aku nggak ngambil  terlalu banyak kegiatan jadi cuma volunteer saja” Ucapnya.

Semakin mendekati semester akhir biasanya tugas dari dosen semakin bertambah juga, disamping tugas juga tentunya mata perkuliahan yang dipelajari oleh Syifa juga sudah memasuki porsi yang berbeda dari semester-semester sebelumnya, di semester 4 ini dengan spam tugas yang alangkah banyaknya tersebut tentu bisa menghilangkan nafas Syifa untuk mengikuti kegiatan lainnya di kampus, namun untungnya saat ini Syifa tidak terlalu terbebani malah lebih enjoy dengan keadaan belajar daring karena faktor waktu, tenaga dan juga uang yang tidak terlalu keluar banyak. Jika biasanya pagi hari sudah harus bersiap untuk berangkat ke kampus yang jarak dari rumahnya yang berada di Jalan Turangga cukup lumayan jauh tentu akan sedikit lebih menghabiskan waktu dan tenaga untuk berangkat ke kampus.

“Produktifitas ini adalah tentang energi dan fokus dalam suatu kegiatan tersebut bukan tentang waktu. Jika sedang kuliah ya kita harus kuliah, jangan mikirin yang lain karena akan membuang waktu dan manfaatnya tidak akan terasa” Ucapnya.*** M.Riza Firdaus

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here