A d v e r t i s i n g

GARUT, koran-samudra.com – Perlunya pendekatan dan edukasi yang terus menerus kepada masyarakat, terkait apa saja makanan bergizi yang perlu dikonsumsi oleh masyarakat agar terhindar dari kondisi stunting.

Wakil Bupati Garut, juga selaku Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Garut, dr. Helmi Budiman menyatakan begitu pentingnya peran dari ahli gizi untuk mempercepat penurunan angka stunting di Kabupaten Garut.

“Karena kami mendapatkan (data) di lapangan, di samping pola asuh yang kurang, kemudian juga katakanlah makanan yang bergizi juga kurang, juga terkait dengan pengetahuan makanan yang bergizi dari masyarakat itu masih kurang,” ucapnya saat berbicara sebagai _keynote speaker_ di hadapan 130 peserta Seminar Kesehatan bertema “Optimalisasi Percepatan Penurunan Stunting Secara Komprehensif”, di Ballroom Hotel Harmoni, Jalan Cipanas Baru, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Sabtu (19/11/2022). Wakil Bupati Garut, dr. Helmi Budiman sendiri hadir secara virtual melalui _zoom meeting_.

Ia juga memberikan apresiasi kepada para ahli gizi, yang sudah turun serta membantu Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut dalam rangka menurunkan angka stunting. Ia berharap, seminar kesehatan ini dapat menjadi solusi bagi Kabupaten Garut untuk mempercepat penurunan angka stunting.

“Oleh karena itu seminar ini memberikan harapan bagi kami Pemerintah Kabupaten Garut, agar bisa lebih optimal lagi untuk menurunkan angka stunting,” katanya.

Seminar kesehatan ini terlaksana berkat kolaborasi Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Garut dengan Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI) Dewan Pengurus Cabang (DPC) Kabupaten Garut, dengan menghadirkan para narasumber, yakni, Dokter Spesialis Anak Konsultan Nutrisi dan Penyakit Metabolik, Dr. dr. Nur Aisyah Widjaja, Dokter Ahli Gizi Masyarakat, Dr. dr. Tan Shot Yen, Ketua IBI Garut, Enok Kurniatina, Ahli Gizi Pengurus DPD PERSAGI Jawa Barat, Ir. Dian Anggorowati.

Sekretaris Dinas Kesehatan (Sekdinkes) Kabupaten Garut, dr. Leli Yuliani menyampaikan, kegiatan ini merupakan sebuah upaya kolaborasi bersama Persagi DPC Kabupaten Garut untuk memberikan pemahaman kepada petugas gizi dalam hal patofisiologi stunting.

Selain itu, imbuh Leli, kegiatan ini juga dipaparkan bagaimana peran para ahli gizi dalam percepatan penurunan angka stunting di Kabupaten Garut.

“Kemudian kebijakan-kebijakan dari pemerintah apa saja, tapi memang yang kita harapkan bukan hanya optimalisasi peran dari petugas gizi dan petugas kesehatan lainnya, tapi juga ini nanti kita harapkan optimalisasi dari masukan-masukan kita untuk membuat kebijakan nanti,” ucap dr. Leli.

dr. Leli menerangkan, seminar kesehatan ini sangat penting mengingat sifat ilmu pengetahuan yang selalu berkembang, di samping peserta tak hanya diberikan pengetahuan, tapi juga diberikan semangat dalam penanganan stunting di masyarakat.

“Mudah-mudahan ini nanti bisa memang bisa membangkitkan lagi semangat ya bagi petugas gizi, untuk berperan lebih aktif lagi di masyarakat dalam hal percepatan penurunan stunting ini,” ucap dr. Leli.

Sementara itu, Ketua PERGASI DPC Kabupaten Garut, Lili Ghazali menyampaikan, seminar ni merupakan rangkaian kegiatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-58 yang jatuh pada tanggal 12 November lalu.

“Seminar pada hari ini adalah berkaitan suatu tema yang lagi sekarang itu tren atau merupakan suatu kebijakan Bupati Garut mengenai penanganan stunting,” ucapnya.

Ia mengungkapkan, sasaran pesertanya yaitu petugas gizi dan bidan yang berkaitan langsung dengan upaya deteksi dini terhadap kasus balita dengan kondisi stunting.

Salah satu narasumber kegiatan ini, dr. Tan Shot Yen, mengaku bangga telah diundang oleh PERSAGI Garut menjadi narasumber dalam seminar kesehatan ini. Ia mengungkapkan, kegiatan ini adalah sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) khususnya di tenaga kesehatan agar lebih berkualitas dan tangguh.

“Dan stunting itu memang harus kita cegah dalam hal ini karena stunting itu membuat manusia itu jadi tidak bisa cuma sekadar tumbuh sesuai tinggi badan yang seharusnya, tetapi juga ada kendala dalam hal kecerdasan,” ucapnya.

Ia menilai, antusiasme peserta sangat tinggi dalam seminar kesehatan ini. Ia berharap seminar ini dapat menjadi suatu pembekalan yang baik bagi para peserta. Tak hanya itu, ia juga berpesan kepada para peserta bahwa para tenaga kesehatan khususnya bidan dan ahli gizi merupakan garda terdepan bangsa untuk membuat kualitas manusia Indonesia dapat menjadi lebih bermutu di kemudian hari.

“Jadi ini adalah suatu tugas nasional dan kewajiban kita sebagai nakes, untuk bisa betul-betul menyampaikan apa yang seharusnya untuk membuat gizi masyarakat Indonesia ini betul-betul terpenuhi, Jadi dalam hal ini kita mempunyai kolaborasi untuk mencegah stunting dan itu tidak boleh kita sia-siakan,” tandasnya.

wahyu

*sumber Diskominfo Garut