Yudha Puja Turnawan, Anggota DPRD Fraksi PDI Perjuangan Dapil 1 Gelar Reses Masa Sidang Tahun 2021
Yudha Puja Turnawan, Anggota DPRD Fraksi PDI Perjuangan Dapil 1 Gelar Reses Masa Sidang Tahun 2021

Garut, koran-samudra.com – Anggota DPRD Kabupaten Garut dari Fraksi PDI Perjuangan Yudha Puja Turnawan ( Ketua DPC PDI Perjuangan – Red) melaksanakan Reses Masa Sidang Tahun 2021 daerah pemilihan 1, bertempat di Aula Desa Situsaeur, Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Jumat (15/1/2021).

Selain melaksanakan reses, dengan mendengarkan aspirasi masyarakat, ia pun melakukan bansos kepada para janda tua dan lansia juga dihadiri Forkopimcam Karangpawitan, Kepala Puskemas Karangpawitan, Kades Situsaeur, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh agama dan undangan yang lainnya dengan tidak lepas dari protokol kesehatan.

Anggota DPRD Fraksi PDI-P Yudha Puja Turnawan mendengarkan usulan-usulan dari masyarakat kebetulan di hari pertama di Desa Situsaeur kebanyakan Rumah tidak layak huni (Rutilahu), ada juga untuk akses air bersih, jalan lingkungan, tapi kebanyakan Rutilahu.

“Insyaallah saya selaku anggota dewan akan memasukkan input ke sistem informasi perencanaan pembangunan daerah,” ucap Yudha.

Saya selaku anggota DPRD yang dilindungi oleh undang-undang peraturan mentri dalam negeri No 86 tahun 2017 tentang tata cara pengendalian dan evaluasi pembangunan daerah, kita memang dari ini reses dimasukkan untuk penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD), yang rencananya nanti di bulan Maret ada Musrenbang.

Di situ ada penyelenggaraan mana saja hasil-hasil yang masuk ke dalam RKPD rencana kerja pemerintah daerah untuk tahun 2022,” jelas Yudha.

Lanjut disampaikan Yudha, terkait dari usulan Kepala Puskesmas Karangpawitan, tentu ketika puskesmas memiliki bangunan merupakan pelayanan terpadu yang disediakan dalam bentuk Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif (PONEK) untuk kepentingan persalinan, itu idealnya harus memiliki bangunan Untuk persalinan.

“Untuk menekan angka kematian ibu dan bayi saat melahirkan di fasilitas dengan adanya ruangan Ponek,”ujar Yudha.

Ia menyebut Ini menjadi semacam kritik jangan sampai pemerintah daerah bilang tidak ada anggaran untuk bangunan Ponek.

Menurutnya untuk pembelian tanah untuk bangunan, itu hanya 11 persen, APBD kita 66,9 persen untuk kontek belanja operasi Pemda, yaitu belanja pegawai digabungkan dengan belanja barang jasa.

“Jangan sampai belanja modal yang kepentingannya menyentuh langsung masyarakat hanya 11 persen. bahwa Puskesmas tidak memiliki bangunan untuk persalinan itu harus menjadi prioritas. Karena sering kali belanja di Dinas Kesehatan menunjukkan ketidakadilan,” tandas Yudha. Seringkali sambung Yudha, berbelanja di program di Dinkes, kegiatan penunjang lebih besar dari pada kegiatan inti.

“Jadi, ketika anggaran itu habis untuk kepentingan aparatur, akhirnya kita tidak memiliki bangunan persalinan, padahal kesehatan adalah urusan wajib yang berkaitan dengan pelayanan. Tentunya ini akan menjadi masukan kita, juga kritik konstruktif kepada pemerintah,” pungkas Yudha.

Acara Reses ini di buka langsung oleh kepala Desa Situsaeur Agus, dalam sambutan Agus mengucapkan terimakasih kepada pak Dewan yudha atas semua bantuan ke warganya yang belum lama ini membantu rumah roboh marbot yang Alhamdulillah pak yudha terjun langsung membantunya, Lanjut Agus sebagai Kepala Desa situsaeur ingin keberlanjutan ke pak yudha untuk mendorong dan membantu program program yang belum terkaper oleh anggaran desa.

Dalam kesempatan yang sama Camat karangpawitan Saefurohman menyampaikan bawa dalam Reses ini kepada warga yang hadir agar di jadikan ajang penyampaian aspirasi yang mudah mudahan terlaksanakan dan tentunya harus tetap menjaga kesehatan dan jangan lupa selalu menjauhi kerumunan kerumuan yang akan menyebabkan penyebaran virus covid ini,ucapnya.** Wawan S/Ws