Bandung, koran-samudra.com – (10/02/ 2021). Pada saat ini berbagai upaya sudah pemerintah lakukan untuk menekan jumlah kenaikan pasien yang terpapar virus Covid-19. Mulai dari Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan juga 3M (Memakai masker, Menjaga jarak dan Mencuci tangan) sudah dilakukan dan adanya kontrol rutin yang telah mengatur itu semua. Tinggal dari kita sebagai masyarakat yang memilih apakah akan menuruti itu semua atau tidak, jelas peraturan-peraturan yang di buat oleh pemerintah akan percuma jika tidak ditaati oleh masyarakat.

Namun di samping peraturan-peraturan tersebut masyarakat juga dihimbau untuk selalu menjaga imunitas tubuh salah satunya dengan mengkonsumsi Vitamin dan Suplemen supaya kebutuhan tubuh dapat terpenuhi, sehingga menyebabkan Vitamin dan Suplemen menjadi salah satu produk yang best seller dan di cari orang-orang di Apotek.

Mengutip dari halodoc.com pengertian Vitamin dan Suplemen Meski berfungsi untuk memberikan asupan nutrisi untuk tubuh, tetapi vitamin dan suplemen ternyata berbeda. Vitamin sudah pasti suplemen, tetapi tidak semua suplemen adalah vitamin. Berikut ini pengertian dan apa hal yang membedakan antara vitamin dengan suplemen.

Vitamin adalah nutrisi tambahan yang diperlukan bagi tubuh untuk bisa menunjang kinerja tubuh. Umumnya, vitamin berasal dari makanan dan buah-buahan yang bersifat organik. Tubuh manusia membutuhkan vitamin, hal ini dikarenakan tubuh manusia mungkin saja kurang dalam produksi vitamin yang dibutuhkan tersebut. Seperti contohnya ketika kita sedang berjemur di pagi hari, sinar matahari pagi membantu produksi vitamin D pada tubuh kita.

Selain itu, karena tidak semua vitamin dapat di produksi oleh tubuh kita, maka manusia tetap membutuhkan vitamin sebagai nutrisi tambahan. Jika kita tidak mendapatkan kadar vitamin yang cukup, kondisi tersebut bisa menimbulkan beberapa gejala penyakit. Seperti contohnya jika kita defisit vitamin C, maka gejala awal yang umum terjadi, kita akan terkena gusi berdarah (sariawan).

Suplemen diartikan sebagai zat aditif yang mengandung nutrisi baik bagi tubuh. Jika vitamin bersifat organik dan berasal dari makanan atau buah-buahan, suplemen umumnya di produksi secara mekanik. Suplemen yang diolah secara mekanik ini (olahan pabrik) biasanya berbentuk pil, tablet, kapsul, ataupun berbentuk cairan. Karena di produksi, suplemen umumnya mengandung lebih dari tiga macam vitamin dan mineral yang dibutuhkan oleh tubuh.

Suplemen akan menjadi substansi yang berbahaya jika dikonsumsi melebihi takaran atau dosis yang sudah ditentukan. Hal tersebut tentu saja disebabkan oleh banyaknya mineral dan vitamin yang terkandung di dalam suplemen. Beberapa kalangan membutuhkan vitamin, seperti vegetarian yang mengalami kekurangan vitamin B12 atau B5. Selain itu, sebagian orang yang tidak menyukai sayuran atau buah  atau memiliki alergi juga dianjurkan untuk mengonsumsi suplemen.

“Apotek biasanya buka dari jam 7 sampai 9 malam kebanyakan membeli vitamin untuk menambah imun tubuh supaya lebih fit. Pesan saya selalu melakukan protokol kesehatan dimanapun dan kapanpun, karena suka melihat juga banyak masyarakat yang tidak melakukan protokol Kesehatan,” Ujar Abdhiel (17) siswa SMK jurusan Farmasi yang masih magang.***M.Riza Firdaus