A d v e r t i s i n g

KORAN SAMUDRA – Bandung

Islam adalah satu agama yang hidup disebagian besar masyarakat Indonesia. Menurut bahasa Islam adalah kepatuhan, keta’tan dan berserah diri. Sedangkan menurut istilah Islam adalah berserah diri kepada Allah SWT dengan cara mentauhidkannya atau meng-Esakannya dan tunduk kepadanya, dan bersih dari kemusyrikan.
Islam adalah agama yg diwahyukan Allah kepada Nabi Muhammad SAW, inti dari ajaran islami adanya iman dan amal soleh, yg keduanya saling berkaitan satu sama lain. Allah berfirman dalam Al-Qur’an:
وَبَشِّرِ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ أَنَّ لَهُمۡ جَنَّٰتٖ تَجۡرِي مِن تَحۡتِهَ ٱلۡأَنۡهَٰرُۖ
“Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang beriman dan berbuat kebajikan, bahwa untuk mereka (disediakan) surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai,” (Surat Al-Baqarah, Ayat 25)
مَنۡ عَمِلَ صَٰلِحٗا مِّن ذَكَرٍ أَوۡ أُنثَىٰ وَهُوَ مُؤۡمِنٞ فَلَنُحۡيِيَنَّهُۥ حَيَوٰةٗ طَيِّبَةٗۖ وَلَنَجۡزِيَنَّهُمۡ أَجۡرَهُم بِأَحۡسَنِ مَا كَانُواْ يَعۡمَلُون
“Barangsiapa mengerjakan kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka pasti akan kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan akan Kami beri balasan dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan,” (Surat An-Nahl, Ayat 97).
Sayyid Sabiq mengkategorikan iman sebagai aqidah, dan pokok yg menjadi landasan syari’at islam. Sementara amal mencerminkan syari’at yg dianggap sebagai tindak lanjut dari iman dan aqidah.
Ada banyak ciri-ciri orang beriman baik dalam ayat al qur’an ataupun dalam hadist rasulullah SAW. Diantara tanda-tanda orang beriman Rasulullah SAW bersabda dalam hadist:
قل رسولله صلى الله عليه وسلم: امو منون انتم ؟ قالوا: نعم، فقال: وما علامة ايمنكم؟ قالوا: نشكر في الرخاء ونبربالقضاء ونعمل بالخير
“Rasulullah SAW bersabda: Apakah kalian beriman? mereka menjawab: Ya!, maka sabdanya Dan apa tanda iman kalian? Mereka menjawab: kami bersyukur di waktu lapang dan bersabar dengan ketentuan (Allah) serta kami berbuat kebaikan.” (Al-Maraghi)
Dari hadist diatas ada tiga tanda-tanda orang beriman:
Pertama adalah mensyukuri segala nikmat yg allah berikan. Rasa syukur atas nikmat yang Allah berikan haruslah tertanam dalam diri setiap muslim sebab mensyukuri nikmat Allah selain bagian dalam keta’atan juga akan memberikan dampak positif khususnya pada titik spiritual setiap orang, selain itu mensyukuri nikmat Allah akan mengundang kenikmatan-kenikmatan yang lainnya dan sebaliknya apabila kita kufur atas nikmat Allah maka akan mendatangkan adzab Allah kepada pelakunya. Allah berfirman dalam Al-Qur’an surat Ibrahim ayat 7, aebagai berikut:
وَإِذۡ تَأَذَّنَ رَبُّكُمۡ لَئِن شَكَرۡتُمۡ لَأَزِيدَنَّكُمۡۖ وَلَئِن كَفَرۡتُمۡ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٞ
“Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu,
tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat.” (Surat Ibrahim, Ayat 7)
Yang kedua adalah bersabar. Secara bahasa sabar adalah bertahan. Setiap manusia akan dihadapkan pada keadaan baik (hasanah) dan buruk (shayi’at) sebagai ujian dari Allah SWT, orang yang memiliki keimanan dalam hatinya akan mampu bertahan dalam setiap ujian dari Allah SWT, ketika ujian yg bersifat baik maka orang yg beriman akan senantiasa bersyukur, sebab dia sadar tidak ada kebaikan kecuali hanyalah dari Allah semata. Sementara ketika dihadapkan pada ujian yang bersifat keburukan misalnya kehilangan harta, jabatan, ditinggalkan oleh orang yang tersayang, dan lain sebagainya. Orang yang beriman akan bersabar (bertahan) dan tidak menjadikan keburukan itu menjadi penyebab jauh dari Allah, malah sebaliknya menjadikannya lebih dekat kepada Allah SWT, sebab tidak ada keburukan kecuali akan diikuti dengan kebaikan. Allah berfirman dalam Al-Qur’an:
فَإِنَّ مَعَ ٱلۡعُسۡرِ يُسۡرًا
“Maka sesungguhnya beserta kesulitan ada kemudahan.”
(Surat Al-Insyirah, Ayat 5)
Ciri yang ketiga adalah istiqomah dalam beramal soleh. Dalam pengertian iman secara istilah perbuatan adalah bagian dari kenyakinan dalam hati dan ikrarnya lisan yang menjadi cerminan islamnya seseorang, maka sudah selayaknya orang yang memiliki keimanan dalam hati menjadikan amal sholeh sebagai jembatan untuk terus dekat dengan Allah dalam keadaan apapun.
وَمَن يَتَّقِ ٱللَّهَ يَجۡعَل لَّهُۥ مَخۡرَجٗا
“Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya.” (Surah Ath-Thalaq, Ayat 2)
Wallahu’alam bisshowab. – Ustadz Ibad Fadilah