Bandung, koran-samudra.com –  (14/08/2022) – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Pendidikan Indonesia semester genap tahun akademik 2021/2022 mengikuti upacara adat “Wuku Taun” . Kelompok 91 Mahasiswa KKN Tematik UPI berkontribusi penuh acara kegiatan tersebut yang diadakan di Kampung Adat Cikondang.

Ratusan Warga Desa Lamajang turut serta dalam upacara adat Wuku Taun yang diadakan di Kampung Adat Cikondang. Begitu pun mahasiswa KKN 91 dengan kurang lebih 20 orang berkontribusi membantu acara ini berlangsung dengan lancar.

Upacara adat Wuku Taun ini sendiri diadakan untuk menyambut bulan Muharram dan juga memanjatkan rasa syukur kepada Sang pemberi nikmat atas segala rezeki yang telah diberikan, mulai dari nikmat sehat, nikmat iman, dan nikmat lainnya.

Ada beberapa hal yang unik dari upacara ini, mulai dari menyembelih ayam dengan jumlah 55 yang berarti jumlah anggota keluarga yang berada di Kampung Adat Cikondang. Kemudian membuat nasi tumpeng dengan tiga jenis beras dan tiga jenis ayam. Kemudian juga memakai alas untuk makanan yang terbuat dari daun pisang. Ada alas untuk nasi tumpeng yang disebut konca, kemudian alas untuk lauk nasi tumpeng tadi ada yang disebut kontrang dan alas kecil yang berisi makanan pembuka yang manis-manis disebut takir. Tak lupa untuk tempat minum menggunakan cangkir yang terbuat dari seng.

Sebelum disajikan nasi tumpeng ada beberapa makanan pembuka yang wajib djcicipi oleh para tamu, yang pertama yaitu ada Rujak Si Madu atau Rujak Suro yang rasanya manis karena berbahan dasar gula merah, pisang, nanas, dan juga kelapa. Kemudan ada makanan pembuka kedua yaitu makanan-makanan ringan yang disajikan dalam takir, isinya sendiri ada pisang, opak beureum, opak bodas, borondong garing, ampeang, wajit, buntir, angleng, peuyeum ketan, pupuntir dan juga dodol. Rasa manis alamai yang bisa kita rasakan karena berbahan dasar gula merah dicampur dengan bahan-bahan alam lainnya. Setelah itu kita bisa menyantap nasi tumpeng yang disajikan dengan ayam, cabe, kentang, ikan asin, dan juga kerupuk.

Mahasiswa dan warga saling bercengkrama dan antusias saat membungkus nasi dan menjajakan nasi dilengkapi lauk pauk dan makanan penutupnya. Kurang lebih 900 konca dibuat untuk upacara adat ini. Konca yang sudah lengkap dibagikan kepada seluruh warga Desa Lamajang tak lupa kepada para tamu yang hadir.

Dipenuhi rasa syukur dan nikmat bisa berbaur di masyarakat, acara ini dimulai pada pagi hari mulai jam 6 pagi sampai dengan jam 7 malam. Para warga menggunakan pakaian yang otentik seperti ibu-ibu yang memakai kebaya dan juga bapak-bapak yang memakai pangsi dan kampret dilengkapi aksesoris pangsi di kepala.***Deni Ramdani – amd

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here