Bandung, koran-samudra.com –(24/2/2021),  Saat ini masyarakat sudah banyak jenuh dengan adanya pandemi, banyak dari mereka yang mencari alternatif atau curi-curi kesempatan untuk bisa datang ke tempat hiburan malam. Hal tersebut tentunya sangat disayangkan karena pastinya di tempat-tempat seperti itu Kisangat minim kemungkinannya untuk bisa menerapkan protokol kesehatan.

Upaya untuk membatasi jam operasional tempat-tempat hiburan malam hanya dibatasi sampai pukul 21.00, namun tentunya di tempat hiburan malam jam segitu masih bisa dibilang terlalu subuh karena pelanggan akan mulai ramai berdatangan sekitar pukul 23.00. Mirisnya hal tersebut tidak diindahkan oleh beberapa tempat hiburan malam yang masih buka sampai subuh dan tidak mentaati protokol kesehatan yang berlaku.

Namun disisi lain banyak pihak yang dirugikan karena tidak bisa bekerja mencari uang untuk memenuhi kehidupannya sehari-hari, memang pandemi ini menyebabkan dilema yang cukup besar diantara mematuhi instruksi dari pemerintah atau tetap memaksakan bekerja supaya kebutuhan sehari-hari dapat terpenuhi.

Untuk mengatasi kucing-kucingan antara pelanggar dan petugas upaya seperti operasi intelijen atau operasi senyap sudah sering dilakukan oleh aparat supaya mengetahui informasi tempat-tempat mana saja yang masih melanggar pembatasan jam malam tersebut.

“Operasi intelijen atau operasi senyap ini sangat efektif karena perlu diketahui jika Satpol PP datang jam 10 ke tempat hiburan yang disinyalir melanggar masih sepi , tapi ketika Satpol PP sudah pergi baru ramai berdatangan, ” Ucap Agus Sekjen Satpol PP Kota Bandung.

Biasanya jarak parkir dan tempat hiburan tidak terlalu jauh supaya menghindari kecurigaan petugas bahwa tempatnya sepi dan dinyatakan aman sehingga mereka bisa masuk ke tempat hiburan malam tersebut. Sehingga memang terlihat di luar nampak sepi, namun jika masuk ke dalam tempat tersebut penuh. Salah satu tempat hiburan malam yang pernah diketahui melanggar salah satunya yang berada di Jalan Sulanjana.

“Efektifnya operasi intelijen jadi kalau misalkan ini seolah-olah tempat itu kosong karena parkir sudah di palet ke Baltos, tapi kalo operasi intelijen ini itu akan ketahuan. Pernah saya operasi ke Sulanjana mungkin karena bocor itu tutup semua, beneran tutup, ” Ucap Agus

Tindakan tersebut tentunya sangat disayangkan karena kita tidak pernah tau jika ada yang terpapar virus tapi tidak terdeteksi sehingga bisa menularkannya kepada pengunjung lain yang sedang berada disana.

“Modus yang dilaksanakan oleh tempat hiburan jam 21.00 memang tutup, tapi bukanya jam 01.00 malam kita kalau melakukan operasi datangnya setelah jam 22.00 kalau sampai jam 23.00 pengunjung belum datang, modusnya kucing-kucingan sama Satpol PP, ” Ucap Agus ***M.Riza Firdaus