KORAN SAMUDRA – BANDUNG, City Garden Residence.

Firman Wijayadi (28) seorang sarjana ekonomi sekaligus bapak rumah tangga muda mengungkapkan,

“Untuk para generasi milenial yang belajarnya sedang dirumahkan, saya hanya mengingatkan jangan lupa bersyukur, punya harapan dan setelah itu insyaallah kita akan bisa memulai action dengan semangat baru dan bisa melakukan hal-hal yang luar biasa dihidup kita. Dan saran dari saya tidak ada salahnya untuk mencoba memulai bisnis online “.

Bisnis online adalah sebuah aktivitas yang dilakukan dengan menggunakan media sosial dan tools media internet tanpa bertatap muka secara langsung . Karena semakin cepatnya perkembangan teknologi infomasi mau tidak mau masyarakat dewasa ini harus bisa beradaptasi dengan kondisi saat ini . Bahkan anak sekolahan mulai dari Sekolah Dasar juga sudah harus bisa menggunakan gadget.

Firman Wijayadi (28) pertama kali memulai bisnis online sekitar tahun 2013 yang pada saat itu media sosial belum sangat berkembang seperti sekarang ini. Media sosial yang sedang viral pada saat itu adalah Facebook dan Twitter  ujar beliau .

Pertama kali memulai bisnis online pada saat itu beliau sebenarnya tanpa di sengaja karena suka membeli baju di suatu distro yang ada di kota Bandung, pemilik distro menawarkan kepada beliau untuk menjadi reseller saja, dari pada hanya menjadi konsumen saja akhirnya Firman Wijayadi pada saat itu menerima tawaran dari pemilik distro tersebut.

Dengan bermodalkan hp blackberry yang sedang booming pada saat itu, Firman Wijayadi mempromosikan baju dari distro tersebut di profil blackberry nya. “Dulu ruang lingkup nya masih sangat terbatas , karena kita hanya bisa mempromosikan produk kepada orang-orang yang ada di kontak kita saja”. Ujar beliau.

Pada awal memulai bisnis online keuntungan yang didapat pun belum terlalu besar, dalam sehari kadang hanya terjual satu baju yang keuntungannya tidak lebih dari Rp . 30.000.

Kebanyakan orang-orang dewasa ini masih banyak yang berpikiran bjwa untuk memulai bisnis online memerlukan modal yang cukup besar, padahal jika kita menduplikasi cara dari seorang Firman Wijayadi pada saat itu, untuk memulai bisnis online tidak harus memikirkan modal . Cukup dengan memasarkan produk orang lain terlebih dahulu di akun sosial media kita dan uang pun akan mendatangi kita tanpa harus ribet mencari modal terlebih dahulu.

Karena merasa pendapatannya tidak terlalu besar pada saat itu, ada sahabatnya yang menawarkan peluang bisnis yang juga berbasis online kepadanya, jika awal memulai bisnis online berjualan baju, sahabatnya ini mengajak Firman berjualan produk kecantikan atau bahasa kerennya health & beauty .

Pada saat beralih berjualan produk kecantikan ternyata hasil yang didapat oleh Firman lebih besar dari pada saat berjualan fashion. Hebatnya bisnis online adalah lebih minim resiko dan modal yang dikeluarkan pun lebih sedikit dari pada bisnis konvensional.

“Sebagai contoh bisnis konvensional kita ambil warung dan pabrik, sudah jelas modal yang dikeluarkan pun jauh berbeda dan keuntungan yang di dapatpun akan berbeda. Karena untuk bisnis konvensional biasanya keuntungan yang kita dapat akan berbanding lurus dengan modal yang kita keluarkan”. Ujarnya

Berbeda dengan bisnis online, karena kita tidak harus mempunyai toko fisik atau pabrik untuk memulai usaha kita. Hanya cukup membuat toko online di media sosial seperti Facebook, Twitter atau yang sekarang sedang naik daun bisa juga di Instagram.

Dengan bermodalkan online kita sudah memiliki toko kita sendiri dan konsumen pun bisa berbelanja dengan nyaman dan tidak perlu keluar rumah untuk membeli produk yang sedang ingin dia beli.

Kecenderungan negatif dari bisnis online cenderung lebih sedikit dari pada bisnis konvensional. Semua itu tergantung kepada si pelaku bisnis online tersebut, ada yang murni dropship yang artinya hanya menjualkan produk orang lain pada saat ada pesanan saja, namun ada juga yang stok produk terlebih dahulu di awal yang pastinya ada resiko produk tersebut tidak laku dan tidak akan balik modal.

Yang kedua adalah kecenderungan akun toko kita di sosial media bisa ter block oleh pihak instagram atau Facebook misalnya karena melakukan pelanggaran spam atau tindakan lainnya yang melanggar kebijakan perusahaan. Tapi hal tersebut juga tidak sampai membuat kita rugi jutaan karena toko online bisa dibuat kapan saja dengan ilmu yang telah kita pelajari sebelumnya.

Hebatnya lagi bisnis online ini bisa di lakukan hampir oleh semua kalangan , mulai dari anak SMP sudah mulai bisa berjualan. Salah satu dari tim bisnis online Firman juga ada yang masih menginjak bangku SMP . Walaupun rentan karena anak SMP masih dikatakan anak dibawah umur tapi kita disini berusaha bukan bekerja, jadi tidak ada patokan waktu kerja seperti di kantor jadi boss kita adalah diri kita sendiri ujar Firman.

Yang uniknya lagi anak-anak kecil saat ini sudah terbiasa dengan internet dan gadget yang dalam kehidupan sehari-hari sudah tidak asing lagi . Artinya pada saat ini anak kecil saja sudah bisa menggapai “dunia tanpa batas” tanpa harus pergi ke kebun binatang anak sekarang sudah bisa berkenalan langsung dengan gajah, kudanil dan puluhan hewan-hewan yang ada di kebun binatang lainnya.

Selama melakukan aktivitas bisnis online Firman mengaku sudah mendapatkan hasil-hasil yang bisa dibilang cukup luar biasa, yang pada awal niatnya hanya untuk melunasi hutang-hutangnya pada salah satu kreditur. Dalam jangka waktu satu tahun hutang tersebut sudah lunas padahal hampir mencapai angka seratus juta.

Selain itu Firman juga sudah bisa membeli kendaraan pribadi, motor dan mobil. Dan juga pada saat ini sudah mampu untuk mendiami rumah pribadi yang nyaman untuk keluarga. Pada saat ini mempunyai income kurang lebih Rp . 50.000.000., perbulannya.

Apalagi pada saat ini dunia sedang dilanda musibah pandemi covid 19 yang membatasi pergerakan manusia untuk beraktivitas diluar rumah, bahkan banyak juga perusahaan yang melakukan PHK kepada para karyawannya.

Muhamad Riza Firdaus/KS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here