Jakarta, koran samudra.com – pada tahun 2022 pengadaan calon aparatur sipil negara (ASN) hanya untuk formasi pegawai pemerintahan dengan perjanjian kerja (PPPK).

Hal ini disampaikan oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Tjahjo Kumolo,” pengadaan ASN Tahun 2022 dilakukan hanya untuk PPPK,” Ujarnya dalam keterangan tertulisnya, senin (20/20/2021).

Ia menambahkan bahwa formasi guru PPPK Tahun 2021 sesungguhnya telah dibuka untuk 1.000.000 formasi. Namun setelah melalui seleksi, hanya terdapat 507.848 formasi guru PPPK.

” Oleh karena itu, pada tahun 2022 sisa formasinya akan dibuka kembali untuk diusulkan oleh pemerintahan daerah (pemda),”ungkapnya.

Selain itu pemerintah juga akan membuka formasi guru agama di sekolah negeri pada pengadaan ASN Tahun 2022 karena pada tahun 2021 hanya sekitar 22.000 formasi yang dialokasikan.

Sedangkan formasi guru PPPS tersebut juga berpotensi untuk dialokasikan bagi THK-II yang memenuhi syarat dengan kebijakan afirmasi yang lebih berpihak kepada guru THK-II dari pada guru horer lainnya.

” Misalnya, dengan tidak mensyaratkan seleksi kompetensi teknis, atau cukup dengan seleksi kompetensi manajerial, sosiokultur, dan wawancara sehingga peluang kelulusannya sangat besar,”Ujarnya.

Karena berdasarkan data hasil seleksi guru PPPK Tahun 2021 menunjukan lebih dari 98 persen peserta dapat melampaui nilai ambang batas di selesksi kompentensi manajerial, sosiokultural, dan wawancara.

Tjahjo mendorong Kementrian Pendidikan, Riset dan Teknologi (Kemendibudristek) untuk meningkatkan pendidikan para guru THK-II yang latar pendidikannya dibawah sarjana (S1) .

Maka untuk mengakomodasi penanganan sisa guru THK-II dan tenaga teknis yang masih berpotensi untuk dapat mengikuti seleksi dan diangkat sebagai PPPK, KemenpanRB telah mengusulkan tambahan jumlah firmasi pada tahun 2022 ke kemetrian Keuangan.***Amd