Subang, Koran Samudra.Com – Limbah kotoran kandang sapi perah Dairy Village (Desa Susu) Ciater Subang salah satu peternakan sapi Modern dan Limbah kotoran sapi milik warga sekitar desa Cicadas serta limbah sayuran serta buah buahan pasar Andir dan pasar gede bage Bandung, diolah menjadi Pupuk Organik Super. Tahap awal produksi perhari 15 ton

Sampai dengan hari ini (26/5/2022) tempat pengolahan Sudah berjalan 2 bulan.

Tempat pengolahan di area tanah seluas 2000 Meter beralamat di Desa Cicadas Kec.Segala herang Kabupaten Subang, tahap awal produksi sudah siap untuk dipasarkan.

” Para petani bila membutuhkan pupuk Organik diantaranya untuk, Tanaman Padi, buah-buahan, sayur mayur, tanaman hias, bunga, dll yang ada di wilayah pertanian dan perkebunan Kabupaten Subang, produk kami siap untuk menyediakan dengan sistem Order ,” Kata Manager Pengolahan Wawan Yuhana saat dikonfirmasi diruang kerjanya, (26/5/2021).

Direktur PT. Bandung Megah Pratama dr.Enjang Mulyana Pemilik Pengolahan Pupuk Organik saat dihubungi, kepada Koransamudra.Com (26/5/2021), ” Limbah Kotoran sapi perah diambil dari kandang peternakan sapi Modern Dairy Village (Desa Susu) Ciater Subang dan limbah-limbah kotoran sapi milik warga di wilayah Desa Cicadas dan sekitarnya, ” ujarnya.

Selain Limbah kotoran Sapi, pengelola juga mengambil limbah sayuran dan buah- buahan dari pasar Andir dan pasar gede bage Bandung yang akan digabungkan menjadi Pupuk Organik Super “Tani Subur” Pengolahan dikerjakan oleh tenaga Ahli dibantu tenaga kerja Lokal, hasil produksi dapat bersaing di pasaran, Ungkapnya.

Mang Omod Aktivis Lingkungan Hidup Gerakan Nusantara Hijau, (GNH) Dpc Kab.Subang saat dipinta Pendapatnya menyampaikan,” Sudah seharusnya Kabupaten Subang memiliki Pengolahan Limbah untuk menjadi Pupuk Organik. Sampah-sampah berserakan di setiap titik Bisa diolah menjadi Pupuk Organik,”jelasnya.

Selain itu ia pun menyampaikan bahwa sekarang petani di Kabupaten Subang harus bisa menggunakan pupuk Organik, Pengadaan Pupuk yang disediakan Dinas Pertanian kurang mencukupi untuk kebutuhan. Dinas Pertanian Kabupaten Subang harus segera mem follow Up setiap ada Pengusaha yang membangun tempat pengolahan limbah, untuk bekerjasama agar bisa memenuhi kebutuhan para petani prihal stock Pupuk , Pungkasnya.***Moris***