A d v e r t i s i n g

Bandung, koran-samudra.com –  Rabu (27/01/2021) Hal yang membuat Taman Maluku terkenal adalah, kehadiran patung Pastor Henricus Christiaan Verbraak dan sejarah yang melingkupinya. Data yang dirangkum Humas Kota Bandung,  penulis sejarah Kota Bandung Sudarsono Katam menyebutkan, patung tersebut merupakan satu-satunya patung yang tersisa peninggalan zaman kolonial di kota ini.

Taman Maluku yang terletak di Jalan Ambon Cibeunying ini, dibangun pada tahun 1919 oleh Pemerintah Hindia Belanda dengan nama Molluken Park. Taman seluas 6.000 meter persegi tersebut berganti nama pada sekitar tahun 1950-an saat Presiden Sukarno melarang penggunaan Bahasa Belanda.

Sementara itu, patung Pastor Verbaak dibangun tahun 1922. Letaknya berada di sudut utara taman dan menghadap ke Jalan Seram.

Sejatinya, Pastor Verbraak tidak pernah menginjakkan kakinya di Bandung. Konon, Pastor Verbaak meninggal dalam kecelakaan pesawat yang jatuh tepat di taman tersebut. Namun, menurut tulisan Ridwan Hutagalung dalam mooibandoeng.com, tidak ada sejarah otentik yang menunjukkan keberadaan Pastor Verbaak di Bandung, termasuk yang menjelaskan tentang peristiwa kecelakaan pesawat.

Nabila Fitda (21) merupakan salah satu pengunjung disana yang sedang duduk santai di salah satu tempat duduk karena sedang jam istirahat di kantornya.

“Akusih seneng banget duduk, nongkrong disini yaa apalagi sebelum pandemi gitu soalnya tempatnya adem karena banyak pohon, view nya juga kaya lagi di hutan gitu kan jadi asyik aja kayak ada hutan di tengah kota. Biasanya disini duduk sambil liatin orang jajan aja sih sambil istirahat juga. Saran aja buat pemerintah diperbaiki lagi fasilitas nya kayak kursi sama kasih petunjuk pemahaman buat pengunjung biar nggak buang sampah sembarangan”. Ujarnya.***M.Riza Firdaus