Subang, Koran Samudra.Com – Warga masyarakat Desa Rancaudik Kecamatan Tambakdahan Kab.Subang beramai -ramai laksanakan gotong royong memperbaiki tanggul Saluran irigasi  sekunder blok sayang heulang, dengan alat seadanya dimulai hari sabtu (10/07/2021).

Sejak jebolnya tanggul sekunder sayang heulang satu tahun yang lalu, sampai sekarang tanggul tersebut  belum juga kunjung di perbaiki oleh Balai Besar  Waduk&Sungai (BBWS) padahal sungai tersebut merupakan jalur utama untuk mengairi  350 hektar pesawahan untuk dua Desa, Desa Rancaudik Kecamatan Tambakdahan dan Desa Bongas Kecamatan Pamanukan.

Wahyudin, Kepala Desa Rancaudik mengatakan, kegiatan perbaikan tanggul tersebut sudah kali kedua di perbaiki oleh warga masyarakat sejak jebol satu tahun yang lalu, karena alat yang di pake secara tradisional maka hasilnya pun tidak memuaskan, ujarnya.

” sebetulnya kami pihak pemerintah Desa Rancaudik sudah berkali kali memohon kepada pihak BBWS maupun PJT Jatiluhur untuk segera memperbaiki saluran irigasi sayang heulang  secara permanen, akan tetapi sampai sekarang belum juga di respon, oleh pihak BBWS maupun PJT,” kata  Wahyudin kepada Koran Samudra, di ruang kerjanya, senin (12/07/2021).

Lanjut Wahyudin, apabila tanggul tersebut tidak segera di perbaiki kemungkinan besar ini akan jadi bencana untuk daerah kami, selain mengakibatkan banjir, pesawahan masyarakatpun kemungkinan gagal tanam karena tidak cukup air, karena air terbuang ke walungan dan akan merendam pemukiman Dusun Dawolong, Rancaudik dan Tambakdahan, pungkas Wahyudin.

Aktivis Gerakan Nusantara Hijau (GNH) Dpc Kab.Subang Mang Omod saat di hub. Lewat pesawat Selurer,” BBWS tidak akan peduli dengan laporan para petani atau Kepala Desa atas kerusakan saluran irigasi Scunder karena para Konsultan dan pendamping tidak tertarik dengan semua laporan,”jelasnya.

Beda halnya dengan proyek usulan Anggota Dewan baik pusat atau daerah Mereka akan bersemangat untuk merealisasikannya,terbukti Proyek P3 TGAI di Kab.Subang thn 2021 sebanyak 15 titik/Klompok tani dengan nilai anggaran Rp.194jt/titik/Klompok tani tersebar dibeberapa Kecamatan di Kab.Subang

“Pekerjaan P3 TGAI Proyek BBWS tersebut diduga Jadi Bancakan Oknum YSD Ketua Pendamping Kabupaten dengan memotong Anggaran per Klompok tani sebesar Rp.50jt,” Pungkas Mang Omod yang diterima Awak Media Koransamudra lewat pesawat Selurernya.

**Asep H**