Bandung, koran-samudra.com – (12/02/2021). Mengutip dari Wikipedia Mimpi adalah pengalaman bawah sadar yang melibatkan penglihatan, pendengaran, pikiran, perasaan, atau indra lainnya dalam tidur, terutama saat tidur yang disertai gerakan mata yang cepat. Kejadian dalam mimpi biasanya mustahil terjadi dalam dunia nyata, dan di luar kuasa pemimpi. Namun yang akan kita bahas disini bukanlah mimpi pada saat tidur, akan tetapi apa yang ingin kita capai di masa depan kelak. Semua orang pasti mempunyai mimpi yang besar di masa depan, namun tidak semua dari mereka mampu untuk  bangun dari tidur dan mulai mengejar mimpi nya itu, sudah banyak sebutan untuk para generasi muda dewasa ini dan yang paling cocok dengan perihal tersebut mungkin adalah ‘Generasi Rebahan’. Maka dari itu sebelum semuanya terlambat sebaiknya kita segera membenahi pola pikir supaya tidak menyesal di kemudian hari karena tidak bisa menggapai mimpi-mimpi kita di masa muda.

Aditya Astriadi (24) merupakan seorang pria yang berlatar belakang lulusan Teknik Industri mulai bergelut di dunia bisnis sudah lama sekali, pahit-manis, jatuh-bangun sudah dia rasakan bukan hanya sekali-dua kali sehingga saat ini sudah memiliki suatu tempat seperti kolektif yang mewadahi rekan-rekannya yang bergerak di dunia industri kreatif, disana terdapat toko kopi, makanan, studio foto, ruang editor dan lain sebagainya.

“Kita bergerak bersama-sama, saya wadahi teman-teman yang mau usaha,” Ucapnya.

Pria asal Sulawesi tersebut saat pertama kali berbisnis Adit menjual sepatu premium karena banyak teman-temannya yang memesan ketika pulang kampung, sudah sempat memasukan ke toko-toko juga namun sayang terkendala karena banyak teman-temannya yang tidak melanjutkan. Setelah berjualan sepatu bekas Adit juga pernah berbisnis konveksi menerima pesanan dari teman-temannya untuk kemudian dia kolektif dan memesankannya ke konveksi kenalannya yang sudah menjadi langganan sehingga mendapatkan harga yang lebih murah.

Adit juga menyampaikan pernah gagal nikah karena suatu kendala, bisnisnya pernah mengalami pemerosotan namun dengan usaha dan keyakinan bisa bangkit kembali dia terus memutar otak untuk berusaha mengembangkan kembali usahanya tersebut.

“ini dulu rumah tetangga saya di rumah yang dulunya kostan karena tidak pada bayar, saya pikir kayaknya bagus kalau dibikin rumah kreatif yang didalamnya banyak terdapat bisnis bidang industri kreatif. saya harap dampaknya bisa ngewadahin orang-orang kreatif dan seni, yang bingung masarinnya kayak gimana bisa kita bantu arahkan gitu,” Ucapnya.

Tidak sedikit orang-orang seperti Adit yang mampu memanfaatkan suatu peluang menjadi suatu hal yang bermanfaat, banyak orang yang bilang bahwa peluang itu tidak datang dua kali, kalau seperti itu konsepnya yang perlu kita lakukan hanya menjadi yang terbaik sepanjang waktu “Do The Best All The Time” maka dengan prinsip tersebut setiap ada peluang kita pasti bisa berpikir positif sehingga bisa menimbang antara resiko dan juga keuntungan yang bisa kita peroleh dengan lebih baik lagi.

“Kalo saya simple jaman sekarang banyak anak muda yang berpikir saya main game tidur rebahan di rumah padahal dia berharap besok itu ada hasil yang baik padahal nggak. Mimpi tanpa eksekusi itu halusinasi, aksi tanpa visi itu juga sama halusinasi jadi mulai aja dulu,” Ucapnya.***M.Riza Firdaus