Bandung, koran-samudra.com- (24/2/2021), Mengutip dari Wikipedia sampah merupakan material sisa yang tidak diinginkan setelah berakhirnya suatu proses. Sampah didefinisikan oleh manusia menurut derajat keterpakaiannya, dalam proses-proses alam sebenarnya tidak ada konsep sampah, yang ada hanya produk-produk yang dihasilkan setelah dan selama proses alam tersebut berlangsung.

Masalah karena sampah sering kali terjadi di Kota-Kota Indonesia khususnya di Kota Bandung, kurangnya kesadaran warga masyarakat dalam hidup bersih tidak membuang sampah sembarangan rasanya perlu diadakan kajian lebih lanjut kenapa masih ada masyarakat yang malas untuk membuang sampah pada tempatnya. Permasalahan buang sampah sembarangan tersebut jika telat penanganannya maka akan menimbulkan suatu masalah yang lebih besar di masa depan kelak.

Upaya demi upaya telah dilakukan oleh pemerintah guna memerangi oknum masyarakat yang masih cuek dan membuang sampah dimana saja, hampir di setiap sudut Kota yang ramai pengunjung biasanya akan disediakan minimal 2 jenis tong sampah yaitu organik dan anorganik supaya petugas kebersihan dapat lebih mudah memilah sampah basah dan sampah kering, namun sayangnya masih ada saja masyarakat yang membuang sampah ke tempatnya tapi tidak dipilah dulu mana sampah kering dan mana sampah basah.

iklan

Selain upaya berupa fasilitas seperti tong sampah tersebut masih banyak lagi program-program dari pemerintah khususnya Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) untuk mengurangi pengurangan jumlah sampah tersebut, diantaranya adalah Bank Sampah. Bank sampah adalah suatu tempat yang digunakan untuk mengumpulkan sampah yang sudah dipilah-pilah. Hasil dari pengumpulan sampah yang sudah dipilah akan disetorkan ke tempat pembuatan kerajinan dari sampah atau ke tempat pengepul sampah.

“Di masa pandemi memang ada penurunan kinerja bank sampah, tetapi disatu sisi lain seperti bank sampah Resik milik PD Kebersihan itu mempunyai terobosan baru waste to gold yaitu menabung sampah mendapat emas, ” Ucap Syahriani Kepala Seksi Peningkatan Kapasitas dan Edukasi Kebersihan.

Semua Upaya tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dan dapat menjadi spirit untuk bisa terus menjaga kebersihan minimal di lingkungan sekitar tempat tinggal terlebih dahulu, karena jika kita tidak bisa menjaga lingkungan tempat tinggal kita saat ini maka siapa lagi?

“Diharapkan dengan adanya program ini masyarakat bisa lebih tertarik untuk menjalankan pemilahan sampah anorganik dan organik, ” Ucap Syahriani. ***M.Riza Firdaus