A d v e r t i s i n g

Bandung,koran-samudra.com – salah satu mahasiwa jurusan Fisioterapi Universitas Piksi Ganesha Bandung melakukan kegiatan baby massage yang merupakan salah satu tugas mata kuliah Fisiotrapi Komunitas yang membahas mengenai beberapa teknik komunikasi kepada masyarakat sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat tentang Fisiotrapi. Kegiatan tersebut bukan merupakan kegiatan yang rutin melainkan suatu tugas wajib yang harus dilakukan oleh setiap mahasiswa untuk memenuhi nilai mata kuliah Fisiotrapi Komunitas.

Nadia Salsabila (20) menyampaikan biasanya mereka akan mengumpulkan masyarakat di Posyandu yang turut mengundang Lansia dan juga para orang tua yang mempunya bayi untuk datang. Jika untuk Lansia biasanya melakukan senam seperti pemanasan, namun karena kondisi saat ini sedang pandemi jadi tidak memungkinkan untuk mengumpulkan kerumunan.

Nadia juga menyampaikan bahwasanya untuk kegiatan tersebut hanya melakukan kontrak dengan orang tua bayi yang berada di Cimahi dekat Wisma Sabar dekat kampus Dustira. Dia sangat menikmati tugas membuat video tersebut karena langsung terjun ke masyarakat, tapi karena kondisinya masih dalam keadaan pandemi kadang kali dia juga merasa takut karena kebanyakan tugas yang dia dapat bersentuhan langsung dengan bayi atau lansia yang notabene nya mudah terserang virus dan penyakit. Namun hal tersebut tentunya sudah dapat di cegah dengan menerapkan standar protokol Kesehatan.

“Kegiatan ini bukan kegiatan yang rutin tapi menjadi tugas wajib kita di semester ini. Biasanya kita mengumpulkan masyarakat pada kegiatan posyandu dan mengundang lansia juga orang tua yang mempunyai bayi untuk mengedukasi orang tua untuk mengedukasi melakukan Baby Massage ini dirumah. Prospek kerja jurusan Fisiotrapi juga luas, karena orang jarang ada yg masuk jurusdan ini, jumlah lansia juga semakin meningkat kita belajar untuk pencegahan gangguan gerak. Saya menikmati tugas ini apalagi bikin vidio dan praktek dibanding makalah, Hanyas karena kondisi pandemi sangat riskan berkontak langsung dengan masyarakat kita hanya melakukan kontrak dengan orang tua supaya tidak menimbulkan kerumunan. Saran kalo ada kegiatan seperti diatas jika bermanfaat silahkan diikuti, kan anak sama lansia rentan terkena virus”. Ujarnya.*** M. Riza Firdaus