A d v e r t i s i n g

Cimahi, koran-samudra.com – Seketika saat aku berteriak mereka tiba tiba lenyap tak kuasa aku menahan takut, aku menangis sejadi-jadinya hingga ayah dan ibu ku terbangun, ku ceritakan semua yg aku alami, ayah hanya bisa terdiam dan ibu berkata “ini pasti ada sesuatu pah, pasti ada kaitannya sama bungkusan waktu itu”, Ayahku hanya terdiam.

Seiring berjalannya waktu usaha ibuku mengalami kemunduran jualannya tidak selaris sebelumnya, aku semakin khawatir terlihat ibu selalu termenung, hingga suatu hari ibu jatuh sakit , sakit yg aneh muka ibu pucat seperti tidak ada darah di tubuhnya, tubuh ibu selalu dingin dan ibu jadi jarang sekali berbicara, penyakit ganjil yang ibu alami ini membuat ayahku yakin ada yg berbuat jahat kepada keluarga kami.

Suatu malam ayahku datang bersama seorang kakek yang ayah ku panggil pak haji entah siapa yang pasti pak haji itu mengecek seluruh rumah dan membaca bacai ibuku dengan bacaan Ayat suci Al-Qur’an, saat itu pak haji berkata pada ayahku, “enggalan angkat tidieu bisi teu katulungan, bapak ngan saukur bisa nepi dieu”, Ucap pak haji yang bila diartikan dalam bahasa indonesia, “cepat pergi dari sini , bapak hanya bisa bantu sampai disini”, lalu ayah ku menjawab, ” Muhun , pak haji mudah – mudahan bisa dapat rumah baru secepatnya”.

Belum ada perubahan, berarti pada ibuku semakin hari semakin ngedrop kondisinya di bawa ke dokterpun percuma dokter tidak bisa mengdiagnosa penyakit ibuku, sampai hal yang tak terduga terjadi, ibu ku tiba-tiba muntah darah dan bukan hanya itu maaf dari kemaluan ibuku mengeluarkan darah namun darahnya tidak cair tapi berbentuk gumpalan yang juga disertai nanah begitu parah kondisi ibu hingga ibu tak sadarkan diri, tubuh ibu sudah seperti tak bernyawa terkapar pucat dingin, terlihat air mata yang menetes di pipi ayahku setelah membersihkan semua ibu ku di gendong dan di letakan di kasur lalu ayah ke kamar mandi, aku yang menemani ibu saat itu bersama kakak perempuanku hanya bisa terisak menangisi ibu.

Tak lama kemudian ayahku masuk kamar lalu beliau solat, beliau lalu berzikir entah berapa lama seingatku aku tertidur disamping ibu ku, kemudian ayahku membangunkan ku entah jam berapa yg pasti masih malam hari , lalu ayah ku berkata, “nak, tolong papah ya jemputin mamah, cari mamahmu, ada apapun di jalan jangan takut baca alfatihah saja , papah nemenin kamu ya nak”, Aku yang bingung dengan ucapan ayahku aku bertanya pada beliau, ” Emang ngejemput kemana ,? Nanti aku sama siapa?? “ , Dan ayahku menjawab ,“sini tidur dekat papah kalo nanti ketemu mamah bawa pulang ya” ,Seraya ayahku menggendongku dan mendudukanku di pangkuannya. 

Gak tahu gimana rasanya alunan dzikir ayahku membuatku sangat mengantuk, dan aku terlelap tidur, kemudian aku bermimpi dalam mimpiku aku berada disuatu tempat gelap jalannya tanah setapak agak sedikit becek tidak ada penerangan hanya gelap yg terlihat aku kebingungan harus kemana dan tempat apa,, sayup sayup ku mendengar suara ayah ku beliau bilang ” Jalan saja nak jangan takut “ Aku terus berjalan cahaya sinar rembulan membuatku bisa melihat sedikit remang ada jembatan di depanku namun ada yang aneh di jembatan itu…… Bersambung……

Mau tau bagaiman kelanjutan kisah nyata SANTET MELUMPUHKAN KELUARGA KU ????? Hanya di koran-samudra.com…***(pertiwi-Reporter koran samudra)